my simplified life

a personal blog about simplifying life

kisah seorang nelayan dari meksiko

Pasti sudah banyak yang pernah mendengar atau membaca parabel (kisah) tentang Seorang Nelayan dari Meksiko dan Seorang Bankir ini. Saya ingin menulisnya lagi dalam blog ini dan mudah-mudahan kita bisa mengambil pesan moral yang terkandung dalam kisah tersebut.

Kira-kira ceritanya begini:

Pada suatu sore, seorang bankir muda lulusan MBA yang sedang berlibur di sebuah desa pantai kecil di Meksiko bertemu dengan seorang nelayan yang baru saja menyandarkan perahu kecilnya di sebuah dermaga. Di dalam perahu tersebut ada beberapa ikan segar hasil tangkapan si nelayan.

Si bankir terkesan setelah melihat ikan-ikan hasil tangkapan si nelayan. Ia pun bertanya, “Pak, berapa lama Bapak melaut sampai bisa mendapatkan ikan-ikan segar seperti itu?”

“Oh, tak terlalu lama kok. Sekitar 1 – 2 jam saja, senor”, jawab si nelayan. “Lho, kok Bapak enggak melaut lebih lama lagi supaya bisa menangkap ikan segar lebih banyak?”, si bankir bertanya lagi.

“Wah, ikan segini banyak sih sudah cukup buat menghidupi keluarga saya, senor”, terang si nelayan.

“Lalu, apa yang Bapak kerjakan setelah pulang melaut? Apa ada pekerjaan yang lain?”, tanya si bankir.

Si nelayan menjawab, “Setiap hari saya bangun agak siang, kemudian melaut sebentar seperti sekarang ini. Lalu saya bercengkerama dengan anak-anak dan istri saya. Sorenya, saya biasanya nongkrong di sebuah warung di desa kami ini untuk menikmati minuman dan bermain gitar dengan teman-teman saya. Begitu terus hidup saya, senor. Selalu ada saja kegiatannya.”

Tiba-tiba si bankir berkata dengan penuh semangat, “Pak, saya adalah seorang lulusan MBA yang cemerlang dan sekarang sudah menjadi seorang bankir yang sangat sukses. Saya bisa membantu Bapak mencari jalan supaya kehidupan Bapak bisa lebih baik”.

“Oh ya? Maksudnya bagaimana, senor?”, tanya si nelayan sambil melepas topi anyaman bambunya.

“Begini, pak. Bapak semestinya bisa melaut lebih lama lagi supaya mendapatkan ikan yang lebih banyak untuk dijual. Dari hasil penjualan ikan tersebut, Bapak bisa membeli perahu yang lebih besar dan menangkap ikan yang jauh lebih banyak lagi. Lama kelamaan Bapak akan mampu membeli beberapa perahu besar. Bayangkan, berapa banyak ikan lagi yang bisa ditangkap.”

Si nelayan mengangguk-angguk sambil mencoba membayangkan apa yang baru saja diterangkan oleh si bankir.

“Nah, kalau sudah mempunyai armada penangkapan ikan yang besar seperti itu, Bapak tidak usah menjualnya ke tengkulak-tengkulak di pasar itu. Bapak bisa langsung menjual ke kota, atau bahkan Bapak bisa membuat pabrik pengalengan ikan sendiri. Semuanya Bapak sendiri yang mengendalikan: mulai dari produksi, pemrosesan sampai dengan distribusi”

“Hmm, iya ya. Lalu setelah itu bagaimana lagi, senor?”, si nelayan mulai penasaran dengan penjelasan si bankir.

“Lama-lama, Bapak bisa pindah dari desa ini ke Mexico City supaya perusahaan Bapak nanti bisa lebih maju”

“Hmm, berapa lama kira-kira bisa sampai seperti itu, senor?”

“Ya kira-kira 15 – 20 tahun, pak”

“Lalu, setelah itu apa lagi, senor?”

Si bankir tertawa kecil dan berkata, “Nah ini bagian yang paling bagus, pak. Ketika perusahaan Bapak sudah makin besar, maka Bapak bisa menawarkan perusahaan Bapak ke pasar saham. Nanti perusahaan Bapak akan menjadi perusahaan terbuka dan jutaan peso akan mengalir ke kantong Bapak!”

“Jutaan peso? Lalu, setelah itu saya bisa apa lagi, senor?”

Si bankir pun menjawab, “Ya setelah itu Bapak bisa pensiun. Bapak bisa pindah ke sebuah desa, di mana nanti Bapak bisa hidup dengan tenang dan santai, bisa bangun agak siang. Bisa bercengkerama dengan anak dan istri setiap hari. Nongkrong di warung setiap sore untuk minum-minum dan bermain gitar dengan teman-teman Bapak.”

Si nelayan pun hanya tersenyum lebar mendengar penjelasan si bankir tadi. :)

Related posts:

  1. mendapat bronze award dari ISBA
  2. review buku the naked traveler & pelajaran yang bisa diambil dari para backpacker
  3. 5 langkah ringan untuk memulai mengurusi barang-barang pindahan
  4. beberapa cara nyata mengurangi penggunaan kertas
  5. 6 langkah merapikan buku dan majalah di rumah

5 Responses to “kisah seorang nelayan dari meksiko”

  1. Jauhari says:

    Ha haa… bener bener KETEMBAK tanpa sadar itu BANKIR… itulah pentingnya mencari MAKNA dan TUJUAN HIDUP biar tidak salah asuh dan cenderung mengikuti LINGKARAN SETAN :D

  2. Motivasi says:

    Hm… Jadi sebenarnya hidup itu tidak perlu terlalu ambisius ya Mas? Karena kita cuman mampir sebentar, seharusnya dinikmati saja dan ambil saja seperlunya, begitu Mas?

  3. fisto says:

    @jauhari….setuju kang… :D

    @hangga…pertama, bahwa uang dan harta itu bukanlah tujuan. yg menjadi tujuan hidup itu seharusnya sesuatu yg lebih bermakna dari sekedar uang. cerita di atas adalah ilustrasi saja, bahwa dengan atau tanpa uang, sebuah tujuan hidup ternyata tetap bisa dicapai.

  4. hahahaha. :D :D ternyata ilmunya nelayan lebih tinggi dari pada ilmunya si MBA itu ya.
    tujuan hidupnya telah tercapai tanpa hrs menunggu 15-20thn lagi.
    kisah yg cukup menyentil
    salam

  5. tukangmoto says:

    ad yg missing disini.. tidak dijelaskan sama si bankir. mgkn krn dia terlalu pinter :)

    jika sdh kaya sekali .. org2 dibawah kita (pegawai) bisa bahagia juga. enakan mana sendiri bahagia atau bareng2 bahagia.

    :D

Leave a Reply

my simplified life is powered by Wordpress 2.9.1 skinned by Pria Purnama.