Sudah tahu dong sama yang namanya Pareto Principle, atau lebih dikenal juga sebagai 80/20 rule. Menurut teori ini, sekitar 80% dari keluaran itu dihasilkan dari 20% masukannya. 80% akibat itu dihasilkan oleh 20% sebab. Atau bisa juga dikatakan bahwa 80% hasil itu datang dari 20% usaha.
Dalam skala global juga ditemukan bahwa 20% orang terkaya di muka bumi ini menguasai 80% dari total kekayaan seluruh manusia di dunia. Dalam buku The 4-Hour Workweek karya Tim Ferris yang baru saya baca, prinsip 80/20 ini juga diterapkan oleh sang penulis dalam menghadapi klien-kliennya. Tim menyarankan agar kita fokus saja terhadap 20% klien atau pelanggan yang berkontribusi terhadap 80% income atau pendapatan kita. Bahkan lebih jauh lagi, Tim juga menyarankan agar kita fokus terhadap 20% orang-orang di sekitar kita yang memberikan 80% pengaruh positif bagi kehidupan kita.
Nah, kalau kita tarik ke dalam kehidupan kita sehari-hari, bisakah prinsip Pareto ini berlaku?
Apakah benar 20% dari tumpukan tugas-tugas atau pekerjaan kita yang paling esensial dan penting menghasilkan 80% dari total produktivitas kita di kantor? Cobalah mulai dengan mengindetifikasi tugas-tugas yang kita hadapi di kantor dan fokuslah terhadap tugas-tugas yang kira-kira akan menghasilkan output yang signifikan terhadap tim ataupun perusahaan.
Apakah benar 20% dari pos-pos pengeluaran kita berkontribusi terhadap 80% dari total pengeluaran kita setiap bulannya? Cobalah identifikasi pos-pos pengeluaran yang paling besar jumlahnya (yang 20% tadi) dan fokuslah terhadap mereka sehingga mungkin kita akan bisa lebih baik lagi dalam menata keuangan pribadi atau keluarga kita.
Apakah benar hanya dengan 20% dari seluruh barang-barang yang ada di rumah kita saja, sebenarnya itu sudah bisa memenuhi 80% kebutuhan kita dan keluarga? Perhatikan barang-barang yang kita miliki di rumah. (Mungkin) kebanyakan dari barang-barang tersebut tak benar-benar kita butuhkan.
Apakah benar 20% dari segala kegiatan yang kita lakukan sejak pagi hingga malam itu menghabiskan 80% waktu kita? Nah, apakah yang 20% itu semuanya membawa pengaruh yang positif buat kita dan keluarga?
Wah, mungkin masih banyak lagi ya contoh-contohnya.
Intinya sih saya hanya ingin bilang kalau hidup kita ini selalu dihadapkan dengan keterbatasan. Waktu kita terbatas, sehari hanya ada 24 jam, setahun ada 365 hari, waktu tak bisa diputar kembali, dan ajal bisa datang kapan saja. Kemampuan tubuh dan pikiran kita juga terbatas. Mereka juga butuh istirahat.
Padahal, kita hidup di tengah keluarga, teman, pekerjaan, uang, target, cita-cita, dan sebagainya. So, kalau kita tidak bisa mengatur diri kita untuk fokus terhadap yang benar-benar punya pengaruh yang signifikan dan positif buat diri kita dan keluarga kita, maka waktu, tenaga dan pikiran kita mungkin akan lebih banyak terkuras untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak memberikan nilai tambah.
Thumbnail diambil dari sini.
Related posts:
Bisa iya bisa tidak